Senin, 13 Juli 2015


BRIKET DAUN KERING


  Nah hari ini saya akan membagi artikel tentang pembuatan briket dari sampah yaitu daun kering, 

 
Check it out :)

 Pembuatan briket sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak, bisa menjadi salah satu upaya kita sebagai masyarakat dalam menanggulangi dan mengurangi timbunan sampah, khususnya dalam sektor rumah tangga. Selain itu, pembuatan briket sebagai bahan bakar pengganti minyak juga dapat menjadi alternatif masalah krisis energi pada saat ini. Minyak tanah yang sudah mulai langka, harga gas elpiji yang melambung tinggi juga menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk segera menciptakan bahan bakar alternatif yang mudah didapat, ekonomis dan juga memiliki manfaat yang sama seperti bahan bakar minyak dan gas. Selain itu juga salah satu kelebihan briket dibanding dengan arang biasa yaitu daya panasnya lebih tinggi dan tahan lama. Membuat briket sampah tidaklah terlalu sulit.
·      Alat dan Bahan :
  àAlat:
     - Drum (untuk pembakaran)        - Wadah(baskom/panci)
- Sekop                                            - Cetakan briket (pipa pvc atau bambu)
- Ember                                           -  Lesung (penumbuk)
- Tongkat kayu(pengaduk)           -  Anglo (cetakan briket)
à Bahan:
      - Sampah organik kering(daun, tempurung kelapa, serbuk gergaji, dll)
- Perekat alami atau buatan (kanji)

·     Cara membuat :
      a) Siapkan drum (untuk proses pembakaran/pengarangan sampah organik)
      b) Sampah organik (misal daun kering) dimasukkan ke dalam drum dan  
          dibakar.    Penyalaan awal dapat dilakukan dengan menggunakan minyak.
           Selanjutnya,  setelah api menyala, sampah dapat dimasukkan ke dalam drum
           pembakaran sedikit demi sedikit agar nyala api tidak padam
      c) Selama proses pembakaran harus dijaga agar tidak ada udara yang
          keluar  masuk drum secara leluasa. Jika udara dapat keluar masuk drum
          maka pembakaran tidak akan menghasilkan arang melainkan abu.
      d) Bila proses pengarangan sudah selesai, api bisa dimatikan.
      e) Siapkan penumbuk, misalnya lesung, kemudian arang yang tersedia
          ditumbuk  halus hingga menjadi bubuk arang. Selanjunya kumpulkan
          bubuk arang tersebut  pada suatu tempat misalnya ember.
      f) Siapkan lem kanji dan encerkan dengan air panas.
      g) Campurkan kanji tersebut dengan bubuk arang sehingga menjadi adonan
           yang  lengket. Selanjutnya, adonan diaduk agar semua bahan tercampur
           rata dan cukup lengket
      h) Siapkan cetakan briket. Bisa dibuat dari pipa PVC /bambu / cukup dikepal
          dengan tangan
       i) Setelah cetakan siap, masukkan adonan yang ke dalamnya dengan cara
          dipadatkan, setelah padat dan berbentuk, keluarkan dari cetakan.
       j)  Jemur   briket yang masih  basah dibawah sinar matahari sampai benar-
           benar kering.
·        Desain Cetak
    Desain cetak yang digunakan untuk membuat briket daun kering dapat berupa pipa atau kayu yang telah dipotong sesuai ukuran yang dibutuhkan.
·        Cara penyajian
   
Proses pertama adalah proses membuat arang. Bahan baku yang berupa sampah dibuat arang dengan cara dibakar dalam tabung tertutup. Jika dibakar di dalam ruang atau tabung terbuka maka sampah yang dibakar akan menjadi abu. Pembakaran dapat dilakukan dengan menggunakan drum atau bak di dalam tanah. Setelah menjadi arang,  kemudian digiling atau ditumbuk hingga berbentuk bubuk arang. Selanjutnya, bubuk arang tersebut dicampur dengan adonan perekat yang terbuat dari kanji. Perbandingan campurannya, setiap satu kilogram adonan perekat, campuran bubuknya sebesar sepuluh kilogram (1 kg adonan perekat: 10 kg bubuk arang). Setelah itu barulah dilakukan pencetakan dan pengepresan. Pengepresan merupakan bagian sangat penting karena menyangkut kualitas kepadatan briket. Semakin padat briket, maka semakin tinggi daya nyala apinya. Proses pencetakan briket menentukan briket yang akan dibuat. Cetakan briket pun beragam, ada yang kotak dan ada juga yang bulat. Setelah proses pencetakan selesai, briket yang masih basah itu kemudian dikeringkan dengan cara dijemur selama kurang lebih 2 hari. jika tak ada panas, atau pada saat musim hujan, briket yang masih basah cukup didiamkan selama 4 hari. Setelah kering, briket pun siap digunakan.
·        Pengolahan Briket

              Kayu dan minyak tanah merupakan bahan bakar utama yang diperlukan rumah tangga. Kayu merupakan bahan bakar yang murah dan banyak digunakan oleh masyarakat terutama di pedesaan. Namun ketersediaan bahan ini semakin hari semakin menipis. Adapun minyak tanah merupakan bahan bakar yang dewasa ini harganya mulai meningkatkan sehingga menjadi beban bagi masyarakat. Oleh karena itu perlu dicari bahan bakar alternatif yang ketersediaannya banyak dan murah serta mudah didapat. Hasil uji coba yang telah dilakukan mendapatkan suatu bahan bakar alternatif yaitu briket bioarang. Briket bioarang adalah gumpalan-gumpalan atau batangan-batangan yang terbuat dari bioarang (bahan lunak). Bioarang merupakan arang (salah satu jenis bahan bakar) yang dibuat dari aneka macam hayati atau biomassa, misalnya kayu, ranting, daun-daunan, rumput, jerami, kertas, ataupun limbah pertanian lainnya yang dapat dikarbonisasi. Bioarang ini dapat digunakan melalui proses pengolahan, salah satunya menjadi briket bioarang. Bioarang sebenarnya termasuk bahan lunak yang dengan proses tertentu diolah menjadi bahan arang keras dengan bentuk tertentu. Kualitas bioarang ini tidak kalah dari bahan bakar jenis arang lainnya. Pembuatan briket dari limbah pertanian dapat dilakukan dengan menambah bahan perekat, dimana bahan baku diarangkan terlebih dahulu kemudian ditumbuk, dicampur perekat, dicetak dengan sistim hidrolik maupun manual dan selanjutnya dikeringkan. Pembuatan briket ini telah pernah diujicobakan pada masyarakat di daerah Jorong Kubang Pipik Kenagarian Koto Tinggi Kecamatan Baso Kabupaten Agam dan daerah Air Paku Kelurahan Sungai Sapih Kota Padang. Dari hasil kegiatan ini masyarakat terlihat sangat antusias sekali untuk mencoba membuatnya dan setelah diuji, briket tersebut berhasil dapat dibakar dan mutunya cukup baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar