BRIKET DAUN KERING
Check it out :)
Pembuatan briket sebagai bahan bakar
alternatif pengganti minyak, bisa menjadi salah satu upaya kita sebagai
masyarakat dalam menanggulangi dan mengurangi timbunan sampah, khususnya dalam
sektor rumah tangga. Selain itu, pembuatan briket sebagai bahan bakar pengganti
minyak juga dapat menjadi alternatif masalah krisis energi pada saat ini.
Minyak tanah yang sudah mulai langka, harga gas elpiji yang melambung tinggi
juga menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk segera menciptakan bahan bakar
alternatif yang mudah didapat, ekonomis dan juga memiliki manfaat yang sama
seperti bahan bakar minyak dan gas. Selain itu juga salah satu kelebihan briket
dibanding dengan arang biasa yaitu daya panasnya lebih tinggi dan tahan lama. Membuat
briket sampah tidaklah terlalu sulit.
·
Alat dan Bahan :
àAlat:
- Drum (untuk pembakaran) - Wadah(baskom/panci)
- Drum (untuk pembakaran) - Wadah(baskom/panci)
-
Sekop -
Cetakan briket (pipa pvc atau bambu)
-
Ember - Lesung
(penumbuk)
-
Tongkat
kayu(pengaduk) - Anglo
(cetakan briket)
à Bahan:
- Sampah organik kering(daun, tempurung kelapa, serbuk gergaji, dll)
- Sampah organik kering(daun, tempurung kelapa, serbuk gergaji, dll)
-
Perekat alami atau buatan (kanji)
·
Cara membuat :
a) Siapkan drum (untuk proses
pembakaran/pengarangan sampah organik)
b) Sampah organik (misal daun kering) dimasukkan ke dalam drum dan
dibakar. Penyalaan awal dapat dilakukan dengan menggunakan minyak.
Selanjutnya, setelah api menyala, sampah dapat dimasukkan ke dalam drum
pembakaran sedikit demi sedikit agar nyala api tidak padam
c) Selama proses pembakaran harus dijaga agar tidak ada udara yang
keluar masuk drum secara leluasa. Jika udara dapat keluar masuk drum
maka pembakaran tidak akan menghasilkan arang melainkan abu.
d) Bila proses pengarangan sudah selesai, api bisa dimatikan.
e) Siapkan penumbuk, misalnya lesung, kemudian arang yang tersedia
ditumbuk halus hingga menjadi bubuk arang. Selanjunya kumpulkan
bubuk arang tersebut pada suatu tempat misalnya ember.
f) Siapkan lem kanji dan encerkan dengan air panas.
g) Campurkan kanji tersebut dengan bubuk arang sehingga menjadi adonan
yang lengket. Selanjutnya, adonan diaduk agar semua bahan tercampur
rata dan cukup lengket
h) Siapkan cetakan briket. Bisa dibuat dari pipa PVC /bambu / cukup dikepal
dengan tangan
i) Setelah cetakan siap, masukkan adonan yang ke dalamnya dengan cara
dipadatkan, setelah padat dan berbentuk, keluarkan dari cetakan.
j) Jemur briket yang masih basah dibawah sinar matahari sampai benar-
benar kering.
b) Sampah organik (misal daun kering) dimasukkan ke dalam drum dan
dibakar. Penyalaan awal dapat dilakukan dengan menggunakan minyak.
Selanjutnya, setelah api menyala, sampah dapat dimasukkan ke dalam drum
pembakaran sedikit demi sedikit agar nyala api tidak padam
c) Selama proses pembakaran harus dijaga agar tidak ada udara yang
keluar masuk drum secara leluasa. Jika udara dapat keluar masuk drum
maka pembakaran tidak akan menghasilkan arang melainkan abu.
d) Bila proses pengarangan sudah selesai, api bisa dimatikan.
e) Siapkan penumbuk, misalnya lesung, kemudian arang yang tersedia
ditumbuk halus hingga menjadi bubuk arang. Selanjunya kumpulkan
bubuk arang tersebut pada suatu tempat misalnya ember.
f) Siapkan lem kanji dan encerkan dengan air panas.
g) Campurkan kanji tersebut dengan bubuk arang sehingga menjadi adonan
yang lengket. Selanjutnya, adonan diaduk agar semua bahan tercampur
rata dan cukup lengket
h) Siapkan cetakan briket. Bisa dibuat dari pipa PVC /bambu / cukup dikepal
dengan tangan
i) Setelah cetakan siap, masukkan adonan yang ke dalamnya dengan cara
dipadatkan, setelah padat dan berbentuk, keluarkan dari cetakan.
j) Jemur briket yang masih basah dibawah sinar matahari sampai benar-
benar kering.
·
Desain
Cetak
Desain cetak yang digunakan untuk membuat briket daun kering dapat berupa pipa atau kayu yang telah dipotong sesuai ukuran yang dibutuhkan.
Desain cetak yang digunakan untuk membuat briket daun kering dapat berupa pipa atau kayu yang telah dipotong sesuai ukuran yang dibutuhkan.
·
Cara
penyajian
Proses pertama adalah proses membuat arang. Bahan baku yang berupa sampah dibuat arang dengan cara dibakar dalam tabung tertutup. Jika dibakar di dalam ruang atau tabung terbuka maka sampah yang dibakar akan menjadi abu. Pembakaran dapat dilakukan dengan menggunakan drum atau bak di dalam tanah. Setelah menjadi arang, kemudian digiling atau ditumbuk hingga berbentuk bubuk arang. Selanjutnya, bubuk arang tersebut dicampur dengan adonan perekat yang terbuat dari kanji. Perbandingan campurannya, setiap satu kilogram adonan perekat, campuran bubuknya sebesar sepuluh kilogram (1 kg adonan perekat: 10 kg bubuk arang). Setelah itu barulah dilakukan pencetakan dan pengepresan. Pengepresan merupakan bagian sangat penting karena menyangkut kualitas kepadatan briket. Semakin padat briket, maka semakin tinggi daya nyala apinya. Proses pencetakan briket menentukan briket yang akan dibuat. Cetakan briket pun beragam, ada yang kotak dan ada juga yang bulat. Setelah proses pencetakan selesai, briket yang masih basah itu kemudian dikeringkan dengan cara dijemur selama kurang lebih 2 hari. jika tak ada panas, atau pada saat musim hujan, briket yang masih basah cukup didiamkan selama 4 hari. Setelah kering, briket pun siap digunakan.
Proses pertama adalah proses membuat arang. Bahan baku yang berupa sampah dibuat arang dengan cara dibakar dalam tabung tertutup. Jika dibakar di dalam ruang atau tabung terbuka maka sampah yang dibakar akan menjadi abu. Pembakaran dapat dilakukan dengan menggunakan drum atau bak di dalam tanah. Setelah menjadi arang, kemudian digiling atau ditumbuk hingga berbentuk bubuk arang. Selanjutnya, bubuk arang tersebut dicampur dengan adonan perekat yang terbuat dari kanji. Perbandingan campurannya, setiap satu kilogram adonan perekat, campuran bubuknya sebesar sepuluh kilogram (1 kg adonan perekat: 10 kg bubuk arang). Setelah itu barulah dilakukan pencetakan dan pengepresan. Pengepresan merupakan bagian sangat penting karena menyangkut kualitas kepadatan briket. Semakin padat briket, maka semakin tinggi daya nyala apinya. Proses pencetakan briket menentukan briket yang akan dibuat. Cetakan briket pun beragam, ada yang kotak dan ada juga yang bulat. Setelah proses pencetakan selesai, briket yang masih basah itu kemudian dikeringkan dengan cara dijemur selama kurang lebih 2 hari. jika tak ada panas, atau pada saat musim hujan, briket yang masih basah cukup didiamkan selama 4 hari. Setelah kering, briket pun siap digunakan.
·
Pengolahan
Briket
Kayu dan minyak tanah merupakan
bahan bakar utama yang diperlukan rumah tangga. Kayu merupakan bahan bakar yang
murah dan banyak digunakan oleh masyarakat terutama di pedesaan. Namun
ketersediaan bahan ini semakin hari semakin menipis. Adapun minyak tanah
merupakan bahan bakar yang dewasa ini harganya mulai meningkatkan sehingga
menjadi beban bagi masyarakat. Oleh karena itu perlu dicari bahan bakar
alternatif yang ketersediaannya banyak dan murah serta mudah didapat. Hasil uji
coba yang telah dilakukan mendapatkan suatu bahan bakar alternatif yaitu briket
bioarang. Briket bioarang adalah gumpalan-gumpalan atau batangan-batangan yang
terbuat dari bioarang (bahan lunak). Bioarang merupakan arang (salah satu jenis
bahan bakar) yang dibuat dari aneka macam hayati atau biomassa, misalnya kayu,
ranting, daun-daunan, rumput, jerami, kertas, ataupun limbah pertanian lainnya
yang dapat dikarbonisasi. Bioarang ini dapat digunakan melalui proses
pengolahan, salah satunya menjadi briket bioarang. Bioarang sebenarnya termasuk
bahan lunak yang dengan proses tertentu diolah menjadi bahan arang keras dengan
bentuk tertentu. Kualitas bioarang ini tidak kalah dari bahan bakar jenis arang
lainnya. Pembuatan briket dari limbah pertanian dapat dilakukan dengan menambah
bahan perekat, dimana bahan baku diarangkan terlebih dahulu kemudian ditumbuk,
dicampur perekat, dicetak dengan sistim hidrolik maupun manual dan selanjutnya
dikeringkan. Pembuatan briket ini telah pernah diujicobakan pada masyarakat di
daerah Jorong Kubang Pipik Kenagarian Koto Tinggi Kecamatan Baso Kabupaten Agam
dan daerah Air Paku Kelurahan Sungai Sapih Kota Padang. Dari hasil kegiatan ini
masyarakat terlihat sangat antusias sekali untuk mencoba membuatnya dan setelah
diuji, briket tersebut berhasil dapat dibakar dan mutunya cukup baik.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar